Kemarin, aku memarahi seseorang yang namanya Rq. Dia adik pantiku, anak kelas 2 SMP. Aku tidak tau kenapa aku kok bisa marah dengan dia. Apa aku marahin dia tu karena aq perhatian, sayang ma dia ato aku malah benci, emosi pada dia. Aku gak tahu. Memang, ku akui kndisi emosi ku kala itu gak stabil, lagi banyak masalah di Panti. Ya biasa, masalah kampus, masalah sama anak-anak dan banyak masalah lagi
kelihatannya dia tu marah banget ma aku. setidaknya ada alasannya dia marah ma aku, ya dia kan selalu (mungkin) dimanja oleh orang tuanya. Jadi begitu tak marahin (pedes lagi), dia jadi langsung marah besar (mungkin sebesart gunung Merapi kali).
Aku sih sudah minta maaf ma dia. Tapi kok dia menolak ya ? Aku paham kok, kalau dia gak memaafkan ku.
Tapi aku yakin, dengan seiring berjalannya waktu, pasti ia akan memaafkan ku.
Ha…dugaanku benar, pada hari Rabu, tanggal 4 Juni “08, aku dapat SMS dari Anti (besok ya tak ceritaiin siapa Anti dan memgapa kok aku nganggap dia tu special banget buatku)..eh sampai mana tadi.., ya setelah ku baca SMS nya ternyata Rq tu mau bicara padaku. Ku telpon dia, dan Alhamdulillah, dia akhirnya mau ngomong ma aku. Dan yang terpenting dia telah memaafkanku.
Mungkin aku dapat pelajaran dari semua ini. Kalau akan memarahin orang harus lihat dulu kondisi psikisnya dulu, siap gak dia tuk dimartahi.,
Ada kata mutiara yang bagus, “Hati hanya dapat diraih oleh hati”
Kira-kira kalau aku ketemu dia besok gimana ya….kalau dia masih cemberut berarti dia masih marah pada ku…,
Tapi aku ingin berkata jujur, “aku tu sayang ma adikku yang satu ini….”
bicara dengan hati akan didengar oleh hati…